Yusril Kenang Proses Pergantian Presiden Soeharto ke BJ Habibie

Yusril Kenang Proses Pergantian Presiden Soeharto ke BJ Habibie

Oleh : Eva Safitri - detikNews
11 September 2019 19:59
news.detik.com

Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra datang ke RSPAD setelah Presiden ke-3 RI BJ Habibie meninggal dunia. Yusril menyebut dirinya sempat bertemu dengan wapres terpilih Ma'ruf Amin sebelum ke RSPAD.

"Tadi saya salat magrib bersama-sama dengan Pak Amin di kediaman beliau dan sesudah salam kemudian staf Ma'ruf Amin memberitahu bahwa Pak Habibie sudah berpulang ke rahmatullah dan Pak Kiai Ma'ruf Amin langsung membacakan doa kepada Allah, semoga segala amal kebajikan beliau diterima dan segala kesalahan-kesalahan diampuni Allah SWT," kata Yusril di lokasi, Rabu (11/9/2019).


Yusril mengaku mempunyai banyak kenangan dengan Habibie. Dia menceritakan sejumlah kenangan tersebut.

"Bagi saya pribadi Pak Habibie begitu banyak sekali kenangan. Saya sejak masih muda sekali waktu itu kenal beliau sebagai Menristek. Pada waktu ICMI berdiri juga sangat dekat dengan beliau apalagi pada saat-saat terakhir pas Presiden Soeharto menjabat presiden dan akan mengundurkan diri. Waktu itu saya berada di sekitar Pak Soeharto mengurusi bagaimana proses pergantian Presiden dari Pak Harto ke Habibie," kenangnya.

"Saya masih ingat betul peristiwa tanggal 21 Mei tahun 1998 pada waktu itu dan Pak Habibie memperlakukan saya seperti anaknya, jadi nggak dianggap saya pejabat pemerintah pada waktu itu, tapi dianggap seperti anak beliau," imbuh Yusril.


Yusril merasa kehilangan setelah BJ Habibie meninggal dunia. Dia mengajak masyarakat menaikkan bendera merah putih setengah tiang.

"Saya betul-betul merasakan kehilangan dan berduka cita dan bagi seluruh rakyat Indonesia saya mohon untuk mendoakan beliau dan sama-sama sebenernya mestinya menaikkan bendera merah putih setengah tiang atas wafatnya Bapak BJ Habibie," jelas Yusril.
(gbr/tor)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account