Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Oleh : Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
18 Agustus 2019 09:09
news.detik.com

Jakarta - Jakarta kembali menempati posisi pertama kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual hari ini. Tingkat polusi udara di Jakarta di bawah kota Kabul, Afghanistan dan Krasnoyarsk, Rusia.

Berdasarkan data dari AirVisual Minggu, (18/8/2019), pukul 09.05 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di 172 alias kategori tidak sehat. Namun, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.


Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM2.5 di Jakarta berada di angka 89,1 µg/m³. Data itu diperoleh dari alat pemantau udara Airvisual yang ada di Kedutaan Amerika Serikat, Pegadungan, Kemayoran, Pejanten Barat, Rawamangun, dan Mangga Dua.

AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Terkait polusi udara ini, Pemprov DKI Jakarta sudah membuat sejumlah langkah untuk mengurangi polusi udara ibu kota. Langkah tersebut tertera dalam Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.


(fdu/nvl)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account