Disinyalir Merusak Lingkungan, Fogging Jadi Alternative Terakhir Dalam Mencegah DB

Disinyalir Merusak Lingkungan, Fogging Jadi Alternative Terakhir Dalam Mencegah DB

Oleh : Ulfah Nurul Azizah
18 Februari 2020 10:56
pidjar.com

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul sudah tidak merekomendasikan fogging sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah. Fogging sendiri jika tidak tepat takarannya justru membahayakan lingkungan. Selain itu fogging dinilai tidak efektif lantaran hanya mampu membunuh nyamuk dewasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kegiatan pembasmian nyamuk dengan cara fogging sebetulnya hanya bisa dilakukan oleh jajarannya dengan sejumlah pertimbangan. Ia mengatakan kegiatan fogging justru bisa merusak lingkungan.

“Nyamuk yang ada di lingkungan jika dosis tidak tepat malah bisa kebal,” ucap Dewi saat ditemui pidjar.com, Senin (17/02/2020).

Ia menghimbau kepada masyarakat kegian fogging harus seizin Dinas Kesehatan. Orang yang melakukan fogging pun harus dipastikan terlatih.

Berita Lainnya  Derita Suparti, Ditinggalkan Suami Hingga Harus Hidup Dalam Kemiskinan dan Akhirnya Meninggal Dunia Karena Gizi Buruk

“Karena dosis, teknik penyampuran kapan disemprotkan ada teorinya, tidak asal-asalan tidak sembarangan orang nanti malah bisa merugikan,” ujar Dewi.

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan sendiri telah mengeluarkan cairan khusus untuk fogging. Seperti marateon, sibermetrin.

“Tapi gegara teknik salah, nyamuk semua kebal, akhirnya kami riset lagi menemukan obat baru pake alfasibermetrin ini yang terbaru,” imuh dia.

Menurutnya, mekanisme fogging sendiri merupakan alternatif terakhir. Sebelum akhirnya diputuskan fogging ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Kami selalu mendapat laporan kalau ada wilayah yang ada pasien terjangkit DB, Penyelidikan Epidemalogi (PE) turun ke lokasi wawancara dengan penderita, mencermati lingkungan mencari jentik jentik,” papar Dewi.

Baru nanti, lanjut dia, tim dari Dinas Kesehatan yang memutuskan perlu fogging atau tidak. Saat ini, pada Bulan Januari 2020 ini sudah ada 139 kasus, sementara Februari hingga tanggal 16 terdapat 33 kasus dan meninggal dunia satu orang.

Berita Lainnya  Enam Treatmen Memelihara Kaktus Mini

“Diprediksi tahun ini meningkat kalau dilihat dari data awal tahun,” tandasnya.

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account