Orderan Anyep, Cerita Driver Ojek Online Bikin Sedih

Orderan Anyep, Cerita Driver Ojek Online Bikin Sedih

Oleh : hartanto
18 Februari 2020 00:50
gunungkidul.sorot.co

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Dunia ojek online memang penuh dengan cerita. Tak hanya tentang cerita bahagia penumpang mendapat transportasi yang mudah dan murah, namun ada juga curhatan sedih driver ojek online yang sepi orderan.

Pemasukan menjadi driver ojek online bergantung pada masuknya orderan pada aplikasi yang dipakai. Semakin banyak orderan, tentu semakin banyak penghasilannya.

Penghasilan driver ojek online yang menggiurkan membuat beberapa orang beralih profesi menjadi driver ojek online. Bahkan sebagian meninggalkan pekerjaan lama demi menekuni profesi ini.

Namun, belakangan ini sebagian driver mengeluh kalau orderannya sepi atau sering disebut anyep oleh komunitas driver ojek online. Sepinya order tentu saja mempengaruhi perekenomian keluarga. Apalagi jika sang kepala keluarga hanya menggantungkan penghasilan dari profesi tersebut.

Salah satu driver ojek online di Kabupaten Gunungkidul, Nanang menceritakan, ia rela meninggalkan pekerjaannya di perusahaan PO Bus demi menekuni profesi ojek online. Ia bercerita, menjadi driver ojek online, dulu cukup standby 8 jam sudah tutup point dengan penghasilan hampir Rp 200 ribu.

Hal senada juga dilontarkan oleh Hastaki, driver online asal Kecamatan Semanu. Kata dia, hal itulah yang dikeluhkan sebagian driver ojek online di Gunungkidul. Mereka mengeluh bahwa orderan sekarang anyep sudah tidak gacor lagi.

Dikalangan komunitas driver ojek online, gacor yakni akun driver ojek online yang ramai order. Anggapan bahwa gacor atau tidaknya sebuah akun bergantung pada beberapa hal. Diantaranya riwayat order, pemberian bintang dari customer, dan tidak pilih-pilih order.

"Beberapa kali saya tombok, berangkat jam enam pagi, sampai sekarang baru dapat 32 ribu, padahal sudah jam 5 sore. Sekarang susah mau tutup point, padahal ada anak istri di rumah yang menunggu," ucap Hastaki sambil menunggu orderan masuk, Senin (17/02/2020) sore.

Dalam kesempatan yang sama, ketua salah satu komunitas ojek online Gunungkidul mengatakan, hampir seluruh driver di Gunungkidul mengeluh. Untuk bisa tutup poin mereka harus standby hampir 24 jam. Itupun belum tentu bisa tutup point. Hal itu membuatnya khawatir dengan kesehatan para driver ojek online. 

"Mereka yang setia sama profesi driver memang penghasilanya bergantung dari itu. Kalau nekat standby 24 jam kapan istirahatnya? Dibelain kayak gitu juga susah tutup poin. Lalu kita mau makan apa?" keluh Edi diamini Hastaki dan Nanang.

Ia berharap ada kebijakan dari pengelola ojek online, sehingga nasib driver yang memang dari awal berkomitmen bisa kembali ramai order.

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account