Kemendagri Nilai Walkot Hendi Berhasil Majukan Kota Semarang

Kemendagri Nilai Walkot Hendi Berhasil Majukan Kota Semarang

Oleh : Yakob Arfin - detikNews
15 Oktober 2019 20:42
news.detik.com

Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dinilai berhasil memajukan Kota Semarang. Hal itu terlihat dari konsep pembangunan bergerak bersama yang diterapkan di kota Semarang.

"Lewat konsep bergerak bersama ini Kota Semarang menjadi lebih maju. Untuk itu saya dukung Pak Hendi maju terus jadi Wali kota," kata Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik, Selasa (15/10/2019).


Dalam memimpin Kota Semarang, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini dinilai berhasil merevitalisasi kawasan bersejarah yang juga menjadi salah satu potensi wisata di Kota Semarang, Kota Lama. Ditambah lagi ia berhasil melakukan pembangunan kembali kawasan Pasar Johar dan Kampung Melayu Semarang.

Dalam kesempatan tersebut Hendi mengatakan bahwa setiap pemimpin daerah tentu menginginkan kota yang dipimpin mengalami maju dan masyarakatnya sejahtera.

"Tidak ada pimpinan daerah yang tidak menginginkan kotanya maju, masyarakatnya nyaman, produktifitasnya semakin bagus, statistik dan angka pertumbuhan semakin naik," kata Hendi.

Sebelumnya, jumlah jalan rusak di Kota Semarang mencapai 54%, jumlah investasi kecil 0,9 triliun rupiah, wilayah rawan banjir sebesar 41%, dan IPM tertinggal dibanding kota lainnya yang semula berada di angka 77,58, kini angka tersebut terus meroket.

Sedangkan saat ini pertumbuhan ekonomi meningkat di angka 6,52% dengan investasi meningkat menjadi 27,5 triliun. Angka kemiskinan pun turun menjadi 4,15% dengan diikuti luas wilayah kumuh menurun menjadi 112 hektar.

Sementara itu, Kota Semarang yang semula dikenal rawan banjir, kini berhasil direduksi menjadi 17,4%. Kondisi lain seperti jalan rusak pun turun menjadi 10,5%.

Hendi menyadari bahwa APBD Kota Semarang paling rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Denpasar, dan Bandung. Ditambah lagi minimnya SDM yang dimiliki Pemerintah kota Semarang. Untuk itu, ia menginisiasi sebuah konsep pembangunan yang yang disebut "Bergerak Bersama". Konsep ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan kota.

Bentuk partisipasi masyarakat sebagai wujud "Bergerak Bersama" tersebut adalah pelaporan kondisi kota melalui sistem lapor, call center serta masukan langsung dari seluruh masyarakat, termasuk kaum difabel.

"Pemerintah tentu bisa melakukan ini semua, namun memerlukan waktu yang lama. Untuk itu perlu keterlibatan semua lini, baik pemerintah, pengusaha, masyarakat dengan segala ketokohannya, serta rekan-rekan media" tambahnya.

Pengimplementasian yang dilakukan Hendi diwujudkan melalui program stimulan kampung tematik serta normalisasi sejumlah sungai yang dapat merubah wajah wilayah kumuh secara signifikan. Seperti normalisasi Kali Semarang yang mengubah pemukiman kumuh di sekitarnya menjadi apik, normalisasi sungai tenggang, hingga perubahan wajah sejumlah kampung melalui partisipasi warganya melalui program kampung tematik.


Tak hanya itu, ia juga fokus kepada sektor UMKM dengan menyediakan program kredit dengan bunga terkecil se Indonesia yang disebut dengan Kredit Wibawa. Hal itu dilakukannya karena sektor usaha kecil merupakan jantung nadi dari perekonomian di Kota Semarang.

Acara Indonesia Visionary Leader ini diselenggarakan sebagai ajang uji kompetensi para kepala daerah dalam mengukur dan menguji kekuatan visi para kepala daerah, sekaligus menggali upaya para pemimpin daerah dalam merumuskan, mengkomunikasikan, mengimplementasikan sekaligus membudayakan visi tersebut di wilayah kepemimpinannya.
(ega/ega)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account