APBD 2020 Gunungkidul Hampir 2 Triliun, Ini 6 Sektor Prioritas Pemerintah

APBD 2020 Gunungkidul Hampir 2 Triliun, Ini 6 Sektor Prioritas Pemerintah

Oleh : Rena Anggabenta
15 Oktober 2019 15:30
pidjar.com

Wonosari,(pidjar.com)–Mendekati akhir tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan perencanaan penganggaran untuk pembangunan, pemberdayaan dan kebutuhan lainnya pada tahun 2020 mendatang. Sejumlah program tengah digagas untuk mendukung tema Pembangunan Dengan Menguatkan Pengembangan Industri Pariwisata dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Untuk Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Kemandirian Daerah yang diusung Pemkab Gunungkidul pada 2020 mendatang. Sedikitnya ada 6 sektor yang menjadi prioritas pembangunan.

Sesuai dengan KUA-PPAS yang telah disusun, 6 sektor yang menjadi prioritas ini dianggap dapat meningkatkan dan memajukan baik daerah maupun masyarakat Gunungkidul. Adapun yang menjadi prioritas yakni dari segi pendidikan dan kesehatan. Peningkatan mutu dalam segala hal pada kedua sektor tersebut akan lebih ditingkatkan oleh semua kalangan untuk mencetak generasi yang lebih maju. Kemudian, Pemkab juga akan menitikberatkan pada sektor Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan yang selama ini memang menjadi permasalahan warga Gunungkidul. Sementara ketiga sektor lainnya adalah Ekonomi Pariwisata dan Budaya, Pengembangan Infrastruktur di Wilayah dan Tata Ruang.

Berita Lainnya  Mulai Antisipasi Kekeringan, Pemkab Gunungkidul Sediakan Dana Setengah Miliyar

Tak hanya itu, sektor lain yang tak luput dari perhatian pemerintah di tahun 2020 mendatang yakni peningkatam ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan pengelolaan bencana. Di sisi lain, perhatian yang tak kalah penting juga diberikan pada reformasi, birokrasi dan pelayanan publik yang terus ditingkatkan oleh pemerintah dengan berbagai terobosan dan kemudahan.

Adapun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 mendatang akan segera dibahas dalam waktu dekat. Waktu yang telah ditetapkan, satu bulan sebelum 2019 usai harus segera diselesaikan agar tidak mendapatkan sanksi. Rencananya, Pemkab dan anggota dewan dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pembahasan.

“Untuk draf Raperdanya sendiri akan diserahkan Bupati pada Senin mendatang, berkaitan dengan Penghantar Nota Keuangan RAPBD 2020 mendatang,” kata Saptoyo, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk RAPBD 2020 sebenarnya telah ada secuplik pembahasan dengan anggota legislatif pada periode sebelumnya. Sejumlah program telah dibahas dan tertuang dalam KUA-PPAS yang beberapa waktu lalu juga telah dilakukan pembahasan. Tahun 2020 mendatang pendapatan Pemkab diproyeksikan mencapai Rp 1.996.286.285.938,96. Jumlah ini bersumber dari PAD sebesar Rp 231.870.292.463,03; dana perimbangan sebesar Rp1.237.785.518.000; dan pendapatan daerah lainnya sebesar Rp 526.630.475,93.

Berita Lainnya  Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Jati Diri Bangsa, Tenaga Pendidik di Gunungkidul Disiapkan Sambut Mata Pelajaran PMP

“Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk belanja langsung dan tidak langsung. Berkaitan dengan program-program prioritas dan kebutuhan lainnya,” tambah dia.

Tentunya dari pemerintah memiliki impian yang cukup besar dengan dana yang terus diputarkan tersebut. Salah satunya segala fasilitas yang ada terus diperbaiki dan dibenahi sehingga masyarakat mendapatkan hak-hak mereka dengan baik. Misalnya saja ruang pelayanan, infrastruktur dan pengembangan lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, pihaknya mengaku siap melakukan pembahasan RAPBD 2020. Kerangka APBD sudah tertuang di dalam KUA-PPAS 2020 sehingga tinggal dilakukan penjabarannya saja. Nantinya, segala hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan tentunya akan terus didukung oleh legislatif.

“Tentu siap agar semua berjalan dengan baik,” ucapnya.

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account